Kamis, 22 Juni 2017

Siapa yang lebih menakutkan?

20…
Sebentar lagi 20 tahun sudah aku hidup di dunia ini..
‘kepala dua’ kata mereka
20 tahun bisa menjadi waktu yang singkat, bisa juga menjadi waktu yang terbilang cukup panjang
Sudah terlalu banyak kisah, cerita, drama, kenangan yang sudah aku lewati
Begitu juga pelajaran
Bukan, maksud ku bukan matematika, ilmu alam dan ilmu sosial atau yang lainnya
Pelajaran hidup maksud ku
Pelajaran yang sangat unik menurut ku
Tidak bisa seorangpun di dunia ini yang bisa mengajari kamu tentang pelajaran hidup, kamu harus belajar sendiri!
Ya, kamu bisa mendengar cerita pengalaman hidup orang lain
Entah orang tua, guru, sahabat, atau bahkan orang yang tidak terlalu dekat dengan mu
Tetapi belum tentu kamu bisa belajar dari pengalaman orang lain
Bahkan sampai kamu sudah merasakan apa yang mereka namakan ‘ujian’ hidup, bahkan berkali-kali, belum tentu kamu mampu belajar sesuatu dari sana
Entah bagaimana cara belajar dari jenis ujian ini
Ujian yang kamu hadapi bukan SETELAH kamu belajar
Melainkan kamu baru akan belajar, setelah mendapat ujian.


Berbagai ‘ujian’ hidup telah aku lewati
Di tulisan ku kali ini, biarkan aku berbagi mengenai pelajaran yang masih terus ku pelajari sampai detik ini
Tidak, aku tidak akan menggurui kalian
Aku mau berbagi dengan kalian, dan mengajak kalian berpikir bersama
Syukur-syukur kalau pertanyaan ku ini bisa terjawab
Ya, pertanyaan ujian, dari diri ku, untuk aku sendiri


Aku kecewa ketika sudah merias diri, namun orang di sebrang sana semudah itu membatalkan janji untuk bertemu
Aku kecewa ketika mengeluarkan uang untuk makan di suatu restoran, namun rasanya seperti tidak layak masuk perut
Aku kecewa ketika memesan ojek online dan berharap akan sampai tujuan lebih cepat, namun ternyata driver malah membawa ku keliling Jakarta
Aku kecewa ketika sudah belajar sampai larut malam, namun hasilnya tidak memuaskan
Aku kecewa ketika berlatih setengah mati untuk suatu lomba, namun aku gagal
Aku kecewa ketika menganggap seseorang adalah sahabat, ternyata sering kali diam-diam pergi dengan orang lain tanpa mengajak diriku, atau bahkan membicarakan diri ku ketika aku tidak ada
Aku kecewa ketika saat sekolah, aku mengajari temanku mengenai ilmu yang orang-orang sebut sebagai fisika, namun ketika ujian, dia mendapat nilai yang jauh lebih bagus daripada aku
Aku kecewa ketika aku seseorang melakukan hal yang dia tau sebenarnya aku tidak suka, namun ia tetap melakukan itu di depan ku (dan sialnya aku tidak bisa melarang)
Aku kecewa ketika sahabat ku mempunyai pacar baru. Apakah karena aku tidak turut senang ketika mereka bahagia? Bukan. Karena aku (mungkin juga kalian) pernah merasakan, seseorang cenderung ‘lupa kawan’ ketika mempunyai pacar
Aku kecewa ketika berusaha selalu ada untuk orang lain, namun ketika aku bosan, mereka sangat sibuk, bahkan tidak punya waktu membalas pesan singkat ku
Aku kecewa ketika aku peduli kepada seseorang, mereka melakukan salah, lalu aku menegurnya, respon mereka adalah marah dan mengira bahwa aku ingin menjatuhkan mereka, menghina, ribet, rese, kepo, dan lainnya
Aku kecewa ketika berusaha tepat waktu untuk bertemu seseorang, namun dengan mudahnya orang itu membiarkan diriku menunggu beribu-ribu detik tanpa berpikir betapa kesepian dan bosannya aku saat itu
Aku kecewa ketika aku selalu berusaha jujur di depan orang tua ku, berusaha agar mereka tidak akan pernah malu setitikpun karena aku, namun mereka tetap mengira aku mengelabui mereka
Aku kecewa melihat bagaimana janji yang dulunya pernah aku dan pihak lain buat bersama, sekarang tidak ada artinya
Dan masih banyak lagi kecewa lainnya yang jika aku paparkan, aku khawatir kalian akan muak membacanya
Namun menurut ku, jenis kecewa yang paling membuatku sakit adalah ketika orang lain tidak dapat mengerti mengapa aku kecewa. Sering kali jika aku bercerita bahwa aku kecewa, yang aku dapat hanyalah cemoohan dari mereka yang tidak mampu mengerti bagaimana perasaan ku. Atau bahkan mereka akan memilih untuk menjauhi ku. Hmm, ku rasa mereka bukan tidak mampu mengerti, namun tidak mau mengerti. Jelas perbedaannya.


Tidak, aku tidak meminta belas kasihan kalian, aku bukan sedang menceritakan bagaimana menyedihkan hidupku yang dipenuhi kekecewaan karena aku sangat yakin, kalianpun mengalami kecewa yang sama sepertiku, bahkan lebih hebat. Dan aku pun yakin, sudah banyak orang yang mengalami kecewa karena ku.


Beribu pertanyaan seringkali melintas bolak-balik di dalam kepala ku
Mengapa orang lain mudah sekali membatalkan janji untuk bertemu tanpa memikirkan bagaimana perasaan ku? Mengapa restoran ini memilih koki yang payah? Mengapa driver ojek online ini tidak tau jalan? Mengapa hasil yang aku dapatkan tidak sesuai harapan walaupun aku berusaha, padahal kata orang-orang, usaha tidak akan mengkhianati hasil? Mengapa seorang sahabat tidak memikirkan perasaan ku ketika mereka hendak melakukan sesuatu padahal aku selalu menjaga perasaan mereka bak seorang ibu menjaga bayinya yang baru lahir? Mengapa orang lain tidak dapat membalas pesanku ketika aku butuh mereka? Mengapa orang tua ku tidak percaya kepadaku? Mengapa mereka berkata jahat kepadaku padahal yang aku lakukan adalah ingin menunjukan rasa peduli ku pada mereka? Mengapa bisa orang lain membiarkan ku menunggu begitu lama? Mengapa begitu mudahnya orang lain melupakan janji yang pernah ia buat?


Bukan, yang barusan kalian baca bukan pertanyaan ujian itu

Setelah melewati itu semua, aku mempunyai suatu stigma tersendiri begitu menakutkan jika berhubungan dengan orang lain. Sering kali aku berpikir, aku akan berusaha menjadi se-independen mungkin, agar tidak banyak berhubungan orang lain dan meminimalisir kecewa yang dapat terjadi padaku

Namun… Akhir-akhir ini, suatu pertanyaan yang tidak pernah terlintas sebelumnya, mulai mengganggu pikiranku.
Ketika aku kecewa, siapa yang salah? Mereka? Atau aku?
Aku yang percaya kepada orang lain
Aku yang menaruh harapan pada orang lain dan hal lainnya
Aku yang berusaha menjaga perasaan orang lain
Aku yang tetap menunggu
Aku yang ingin orang lain agar percaya padaku
Aku yang memberi orang lain ‘pisau’ untuk menusuk dada ku berkali-kali, dan aku tidak menjauh.


Setelah bertubi-tubi ujian yang aku hadapi, namun aku belum mendapat jawaban yang tepat untuk pertanyaan ujian ini
Jadi, siapa yang harus lebih aku takuti?
Mereka?

Atau aku?


Selasa, 11 April 2017

Kecil, telanjang dan berlumuran darah (Part 2)

Masa awal SD adalah dimana saat anak bocah lagi jelek-jeleknya karena ompong, pergantian gigi susu menjadi gigi permanen. Cerita part 2 ini akan gue awali dengan kisah “gigi” si bocah iseng ini.



Mungkin beberapa dari kalian pernah tau cerita tentang peri gigi. Buat kalian yang gak tau, peri gigi bukan seperti mimi peri, peri dari kayangan dengan kecantikan 17x yang lagi hits di Instagram, tetapi seperti cerita santa claus, beberapa anak kecil percaya bahwa peri gigi itu ada, jika mereka meletakkan giginya yang baru saja lepas dibawah bantal, peri gigi akan mengambil gigi itu dan mengganti dengan hadiah. Biasa berupa uang.

Adek gue salah satu bocah lugu yang percaya dengan hal ini. Di suatu siang yang cerah, sepulang sekolah gue melihat wajah girang dari adek gue. Ternyata dia dapet 5.000 rupiah dibawah bantal tempat dia tidur semalem, katanya dari peri gigi. Gue iyain aja. Kejadian ini gak cuma sekali, tapi di kejadian kedua, dia cuma dapet 2.000, langsung deh dia protes ke mami, “mi kok kali ini aku cuma dapet dua ribu dari peri gigi?”, dengan entengnya mami jawab “iya gigi kamu yang itu udah busuk, jarang sikat gigi sih, jadi harganya cuma 2.000”. Sepertinya tanpa gue kasih tau, kalian juga udah tau kan siapa yang ambil giginya dan diganti sama duit? Entah itu tindakan yang benar atau tidak untuk seorang ibu lakukan, saat itu adek gue jadi semakin percaya dengan keberadaan peri gigi, entah apakah kepercayaan itu berlanjut sampai detik ini apa ngga..

Bagi orang tua, pasti suatu kebanggaan tersendiri kalau gigi susu anaknya tiba-tiba copot sendiri. Kenapa? Karena gak perlu keluarin duit untuk cabut ke dokter gigi lagi (diluar resiko akar ga kecabut dan lainnya ya). Kebetulan gue dan adek gue jarang banget ke dokter untuk cabut gigi susu. Pernah suatu kali gue dibawa ke dokter gigi, baru duduk di bangku yang bikin degdegan itu, dokternya lagi siapin gel, tiba-tiba gigi gue copot, akhirnya ortu gue gak perlu bayar biaya cabutnya. Mungkin dokternya saat itu eneg juga kali ya, gue dateng cuma buat ngerjain aja.

Nah adek gue juga pernah dibawa ke dokter gigi karena gigi permanennya udah tumbuh, tapi gigi susu belum copot, jadi mau gak mau harus dicabut sama dokter. Dia ditemenin sama mami dan satu orang temen mami. Tanpa perasaan takut, diapun pergi. Hebat juga anak ini, jarang-jarang ada anak kecil yang gak takut ke dokter gigi. Setelah sekitar 1 atau 2 jam pergi, mereka pulang dan mami ngoceh. Gue udah tau, pasti ada sesuatu yang terjadi tadi. Tanpa disuruh, mami pun cerita. Jadi ketika giliran dede, dia disuruh duduk dan kumur-kumur, lalu dia diminta untuk buang air kumurannya itu, dia malah bangun dari kursi dokter gigi. Oh.. Ternyata dia mau beranjak ke wastafel. Yaudahlah gapapa. Tapi sepertinya sambil buang air yang ada di mulut, dia ngelirik ke dokter yang lagi siapin suntikan. Seketika ide kreatif anak ini muncul, bukannya balik ke kursi, dia malah lari sekenceng mungkin keluar ruangan dokter gigi, lalu keluar dari gerbang tempat dokter gigi ini. Kenapa mami ngoceh? Karena dia harus ngejar anaknya yang kabur dari dokter gigi itu. Entah apa yang dirasa mami saat itu. Tapi kalo gue jadi mami, yang jelas gue akan malu…..

Walaupun udah bisa mandi sendiri, terkadang adek gue memilih untuk dimandiin dan kebetulan waktu itu dirumah masih ada penolong rumah tangga. Tapi kayanya mbak yang itu error deh, (tentang ke-erroran mbak-mbak dirumah gue, akan gue cerita di postingan khusus) intinya mbak ini suka cerita horror dan dia bilang itu kejadian dia beneran. Adek gue yang waktu kecil gak penakut, jadi penakut saat SD karena sering denger cerita dan nonton yang serem-serem. Suatu hari adek gue dimandiin sama mbak, gue lagi santai-santai baca majalah bobo (yang kelincii itu) di ruang tamu, tiba-tiba denger suara super berisik dari kamar mandi. Gue kira adek gue jatoh apa gimana, ternyata dia abis sirem mbak gue. Ditanya alasan kenapa dia sirem mbak, ternyata alasannya karena mbak ini cerita horror saat lagi mandiin adek gue, adek gue kesel, dia takut, jadi tindakan yang dia ambil adalah sirem mbak gue sampe basah kuyup. Kasian sih mbaknya, cuma gimana…. Lumayan lucu juga liat pemandangan itu.

Suatu hari, adek gue ikut main drama musikal gitu, dia jadi kodok. Gue dan mami nonton. Pas dia muncul, awalnya dia nari-nari aja dengan girangnya. Eh kok ditengah-tengah dia berhenti dan meletakkan kedua tangannya dibawah perut. Saat itu juga mami langsung lari ke backstage sambil bilang “duh udah tau deh penyakit adek kamu, pasti dia mau pipis tuh kalo udah begitu”.. Ternyata sang kodok berhenti nari karena kebelet pipis guys…



Kalau kalian baca tentang adik gue, pasti kalian udah kegambar kira-kira anaknya gimana sih. Tapi gue belum cerita mengenai hubungan gue dan dia..

Iya gue bukan kakak yang sebaik itu juga. Gue seneng isengin dia. Pernah suatu hari dia lagi tidur siang dan belum bangun sampai jam 6 sore. Gue hanya lakuin prank biasa sih. Gue bangunin terus gue bilang, “cepetan bangun! Udah telat ini! Emang gak mau sekolah??”. Dan dia langsung lari ke kamar mandi, dia percaya bahwa itu udah jam 6 pagi :)

Guepun tau, terkadang dia gak suka sama gue. Dia pernah main drama di gereja, kayanya waktu itu dia masih SD. Dia ajak temannya main ke rumah, saat temennya tanya ada siapa dirumah, dia bilang “ada cece aku yang galak”.. ouch!

Jaman blackberry masih hits, adek gue adalah anak yang cukup beruntung karena waktu SD dia udah megang hp kece itu. Suatu malam yang tenang pun pecah. Awalnya dia pasang password pertama untuk blackberrynya karena sering gue bajak. Cuma dia sama mami yang tau apa passwordnya. Terus gue iseng aja nebak, “passwordnya ‘cece nyebelin’ ya? Pake spasi gak? Atau disambung aja?”. Dalam beberapa detik kemudian, dia nangis kejer, ternyata password yang gue tebak itu bener. Dia marahin mami, dia pikir mami yang kasih tau gue. Gue juga ga nyangka kemampuan menebak gue sehebat itu!

Gue tidur sekamar sama dia. Malam itu dia tidur duluan dan tiba-tiba lapar menyerang. Untung masih ada roti! Gue makan lah itu roti di deket dia yang udah tidur. Baru sekitar 2-3 gigitan, tiba-tiba dia tendang roti itu dan akhirnya hidup sang roti pun berakhir di lantai, bukan di perut gue. Entah siapa yang harus jadi kambing hitam saat itu. Dia yang lagi mimpi jadi aktris dalam film action sehingga nendang roti gue? Diri gue sendiri karena makan deket orang yang lagi tidur? Atau Tuhan yang kasih dia mimpi? Ah sudahlah~

Iya memang sampai gue SMA, hubungan gue dan dia tidak sebaik itu. But thanks God, semakin kesini, semakin baik..

Pernah suatu saat dia balik dari gereja terus dia bilang “tuh aku beliin cece nasi goreng”, dan gue jawab “oh? Nasi goreng apa?”. Kemudian dia nunjukin sebungkus chiki, ternyata nasi goreng itu nama merk chiki gitu. Chiki merk nasi goreng rasa rumput laut. Ehe……

Terlalu banyak kejadian yang membuat gue terjebak dalam love and hate relationship dengan adek gue. Flashback ketika dia sekitar kelas 1 SD, gue lupa apa yang membuat gue kesel sama dia, antara sengaja dan ngga, gue tendang dia, gak bermaksud nendang muka, tapi apa boleh buat, yang ketendang saat itu adalah muka. Umur 6 tahun adalah saat dimana seorang anak bocah lagi jelek-jeleknya, banyak gigi ompong karena pergantian gigi susu ke gigi dewasa yang permanen. Waktu gue tendang, ternyata gigi adek gue yang lagi goyang langsung lepas sampe darah dimana-mana, posisinya waktu itu kita lagi di kamar ortu, tapi siang-siang, jadi mereka gak ada.

Gue panik ngeliat darah begitu, tapi adek gue ga nangis. Tindakan yang dia ambil adalah bersihin darahnya sendiri dan nenangin gue dengan ngomong, “cece jangan takut, aku ga akan ngadu ke mami biar cece ga dimarahin”

Ternyata anak kecil rese itu sayang sama gue, walaupun gue buat dia berdarah sampe segitunya, dia masih berpikir untuk melindungi gue dari mami yang pada saat itu super galak.. (I’m crying as I write this)

Semester 4 ini semester yang cukup berat buat gue, apalagi tiap senin, dimana gue harus ngajar dulu, langsung ngibrit ke kampus buat 2 kelas, dimana salah satunya dalah statistik. Lelah….
Pagi itu rasanya males banget bener-bener pengen istirahat aja seharian. Tapi dikarenakan itu udah jadi tanggung jawab gue, mau gak mau gue memaksakan kelopak mata ini untuk membuka. Baru aja duduk, terus liat ada sekotak tempat makan warna ungu diatas buku statistik gue yang super tebel, dia masak buat gue guys. Langsung liat aja gambar dibawah ini..



Terharu banget gue. Rasanya semangat buat jalanin hari itu hahaha

Tadinya gue mau post ini disaat ulang tahun dia yang ke-15, tapi karena keadaan tidak memungkinkan, Happy National Sibling day ya, my one and only sister. I love you so much. Tulisan ini aku buat bukan untuk mempermalukan kamu atau apapun juga, tapi semoga dari tulisan ini, kamu inget dan tau betapa hidup aku jadi jauh lebih berwarna semenjak ada kamu, walaupun aku jarang mengekspresikan itu !



Sabtu, 01 April 2017

Join komunitas Blogger Jakarta?

Hmm iya.. Kenapa ya gue join Blogger Jakarta?

Sore itu setelah gue selesai menulis blog Kecil, telanjang dan berlumuran darah (Part 1), gue mulai mikir, gimana ya caranya blog gue ini gak cuma jadi “buku coret-coretan” gue, tapi gue mau blog ini supaya jadi tempat gue bisa berbagi cerita mengenai hidup gue ke orang lain. Orang lain yang gue maksud bukan hanya orang disekitar gue yang gue kenal, tapi gue mau blog gue dibaca oleh orang diluar yang gak gue kenal dan lingkup yang lebih luas.

Seperti yang sebagian besar anak kekinian lakukan ketika bingung, gue pun bertanya pada om google.

“Komunitas blogger Jakarta”

www.bloggerjakarta.com ada di barisan paling atas, karena gue penasaran, gue buka websitenya. Hal yang pertama gue liat adalah visi misinya.


Wow. Keren.

Tapi apakah blogger seperti gue yang konten blognya hanya slice of life dari sang author bisa masuk ke komunitas itu?

Tindakan berikutnya yang gue ambil adalah menanyakan langsung ke admin komunitas Blogger Jakarta mengenai apakah ada syarat khusus, lalu kegiatan yang ada, dan lainnya, via whatsapp.

Gue cukup senang karena adminnya fast respon, dia menjelaskan bahwa komunitas ini ingin membudidayakan baca dan tulis. Lalu setiap bulan mereka mengadakan acara rutin yang mengupas tuntas mengenai blog, cara menulis yang baik dan membuat blog yang relevan sampai dengan belajar untuk mengoptimasi sebuah website.

Penjelasan dari sang admin membuat gue lebih semangat lagi untuk join, tanpa pikir panjang, gue buka form pendaftaran dan segera mendaftarkan diri menjadi anggota komunitas Blogger Jakarta!


Kenapa yaa gue se-excited itu untuk join komunitas Bloggerjakarta? Dibawah ini akan gue sebutkan alasannya (not in order)

1. Memperluas relasi
Iya gue pengen banget punya banyak temen darisana sini, apalagi yang mempunyai interest yang sama dengan gue. Toh gak pernah ada ruginya kan nambah temen.

2. Belajar dari orang yang memang punya lebih banyak ilmu mengenai blog
Gue terhitung masih super newbie dalam dunia blog, gue pun bener-bener ga ngerti apapun (bahkan cara ganti template aja masih ga bisa dan nambah widget baru ngerti tadi). Bisa dibilang cukup ketinggalan jaman sih baru mau aktif ngeblog sekarang, tapi mending terlambat daripada nggak sama sekali kan? Jadi gue mau banget belajar banyak mengenai dunia baru ini~

3. Memperkenalkan blog gue ke blogger lainnya
Seperti yang gue sebutkan di awal tadi, gue mau blog gue jadi tempat dimana gue bisa berbagi cerita mengenai hidup gue dengan orang lain, tapi kan gak semudah itu untuk membuat blog dikenal oleh orang lain, oleh karena itu menurut gue disini adalah tempatnya gue bisa memperkenalkan mengenai blog gue ini ke orang lain.

4. Nambah Pengalaman
Sebelumnya sama sekali ga pernah ikutan komunitas blogger gini. Jadi nambah pengalaman, gak ada salahnya kan :D

5. Last but not least.... Karena gue orang Jakarta, jadi gabungnya di bloggerJakarta.. he..he...

Bagi kalian yang punya blog dan domisili di Jabodetabek, yuk sama-sama join disini!

Jumat, 31 Maret 2017

Kecil, telanjang dan berlumuran darah (Part 1)

Waktu itu, gue masih 5 tahun..
Gue berada di suatu tempat, lorong yang cukup panjang, putih, terang, dingin.. Setelah menunggu di tempat itu cukup lama, gue melihat seseorang mendorong sesuatu yang berukuran kecil berlumuran darah, dan mengeluarkan suara tangisan. Ketika gue melihat hal itu lewat depan gue, orang2 bilang "itu adek kamu"

Oh.. Itu adek gue... Dia baru aja lahir..

Ya, pertama kali gue liat dia, dia kecil, telanjang, dan berlumuran darah.. Jelek.. Serem..

Fyi, waktu mami nginep di rumah bersalin, gue dititipkan di rumah “nenek” gue, kenapa gue kasih tanda petik disana? Karena dia bukan nenek yang artinya ibu dari mami atau papi, dia adalah tante dari mami, cuma gue lebih deket sama dia lebih dari nenek kandung gue. Nenek dari papi sudah meninggal, kalau nenek dari mami sekarang tinggal di Australia.

Lanjut ke cerita tentang Richella kecil yang nginep dirumah nenek, malam itu gue nangis. Tapi nangis dengan cara yang unik, yaitu nangis di telinga nenek, karena takut bangunin yang lain dan jadi dimarahin, jadi di telinga nenek aja. Gak kenceng2, gak sesegukan. “huhuhuhuhu” sampe akhirnya nenek gue bangun, kaget dan jatuh dari ranjang. Dipikir-pikir kurang ajar juga gue.. (Tapi jatuhnya gak separah itu kok)

Okay balik ke kisah adik gue~

Namanya Rytnacia Seby Loverian, diambil dari kata Ignacia yang artinya lincah dan rajin. Seby artinya Second Baby (bukan bayi bekas, melainkan bayi kedua), Loverian, Love Richa Angga (nama orang tua gue). Arti namanya ini cukup menggambarkan sifat dia, lincah....

Waktu itu acara satu bulanan dia dirumah kalo ga salah, kerabat pun ngumpul dirumah. Namanya juga bayi, dia buang gas beracun terus, baunya udah sangat tidak sedap, jadi mami gue kira dia udah poop, pas banget ketika popoknya dibuka, dia poop dengan cara yang tidak wajar, yaitu nyemprot dan kena ke segala penjuru dinding kamar. Tindakan bijak yang diambil oleh Richella berumur 5 tahun adalah, keluar kamar, biarin mami papi yang beresin..

Kalau semua lagi sibuk, biasa adek gue ditaro dalem baby box yang cukup tinggi, mungkin tingginya sekitar 70cm dari lantai. Richella kecil sayang sama adeknya yang baru lahir.  Suatu hari gue liat dia nangis dalam baby box, gue berpikir "kasian banget ini anak bosen kali ya dalem baby box mulu", dengan polosnya gue buka lock baby box itu, berharap dia gak bosen lagi. Dan bener, adek gue berhenti nangis. Tapi gak lama dia nangis bahkan lebih parah dari sebelumnya, penyebabnya adalah dia jatoh dari baby box itu.. Iya juga ya dia kan belum bisa jalan, apalagi turun box sendiri...

Gue gak gitu inget cerita sewaktu dia masih berumur dibawah 1 tahun. Gue hanya inget betapa rese dia saat masa balitanya!

Saat itu boneka Barbie masih hits, dan gue punya beberapa Barbie asli, ada yang dikasih saudara, ada yang dibeliin mami papi. Entah ulang tahun ke berapa, gue dibeliin rumah Barbie yang gede, kira-kira ukurannya 1,5 x 1 meter, terbuat dari karton dan sambungan pipa, jadi awalnya kita harus susun sendiri gitu deh. Lagi asik main Barbie sama anak tetangga, tiba-tiba adek gue dateng bawa raket nyamuk (yang ada listriknya itu) dan berlagak seperti satpol pp, dia ancurin rumah Barbie gue. Dan seperti biasa, saat gue ngadu ke orang tua, kakak lah yang akan selalu salah…….



Gue sering banget main sama tetangga yang kebetulan seumuran gue. Chiqqa, Meimei, Andre. Main masak-masakan, rumah-rumahan, dokter-dokteran, sekolah-sekolahan, lilin mainan, dan lainnya. Sangat disayangkan, gak ada tetangga yang seumuran adik gue, jadi yang selalu mami lakukan ketika gue lagi mau main sama tetangga adalah minta gue untuk ngajak adek gue juga! Kalau kalian adalah seorang kakak dan pernah merasakan hal yang sama, mungkin kurang lebih kalian tau rasa keselnya!

Dia anak yang super iseng, pernah suatu waktu, oma gue yang dari Australia balik ke Indonesia, dia hobby banget ke pasar, beli hal yang penting sampe yang gak penting. Gue inget banget dia beliin adek gue sepasang keong. Namanya juga nenek-nenek, kalau sore suka ngerumpi sama tetangga. Entah kenapa sore itu ketika oma lagi ngerumpi sama tetangga, dia jerit kenceng banget! Kita semua panik, dikira ada apaa gitu. Disamping oma yang lagi jerit, ada adek gue yang lagi ketawa cengengesan. Ternyata dia abis nempelin keong ke betis oma gue dan oma kesakitan.. pfftt…

Beberapa kali mami papi keluarin duit buat hal yang sebenernya gak perlu karena keisengan adek gue. Kalau kalian tau obat cina yang namanya liushen wan, tutupnya kan super kecil, adek gue pernah masukin tutupnya ke lubang hidung dia, tentunya gak bisa keluar lagi, akhirnya harus dibawa ke dokter hanya untuk ngeluarin tutup botol ini dari hidungnya. Namanya anak kecil, iseng gak masalah lah. Cuma yang jadi masalah adalah, adek gue ngelakuin hal ini sampai 2-3x dengan kronologis yang sama…………………………..



Dia juga gak bisa diem, kalau dia diem dan gak bersuara, berarti dia sedang melakukan hal yang aneh. Contohnya waktu itu dia dieeeem banget, gak ada suara, ternyata ada di dapur. Ketika mami deketin dia, ada beberapa tetes darah di lantai. Ternyata di belakang badannya dia ngumpetin pisau, habis motong-motong wortel dan kena tangannya. Tapi dia gak nangis sama sekali, hanya menunjukkan muka panik karena takut dimarahin.

Hampir setiap minggu gue dan adek gue diajak mami papi buat sekolah Minggu. Minggu itu, lagi ada perayaan di sekolah minggu gue, tiap anak dapet nomor undian gitu dan diakhir acara bakal ada doorprize. Doorprize utamanya adalah sepeda roda 4 merk wimcycle yang sangat kece dijamannya. Sepertinya adek gue yang iseng itu lagi hoki, saat diundi, yang punya nomor udah pulang, jadi diundi lagi deh dan ternyata nomor undian adek gue dipanggil. Tapi dia masih kecil, belum 3 tahun, belum bisa naik sepeda juga. Jadi bisa dibilang yang hoki adalah gue, karena udah pasti gue yang akan pake sepedanya HAHA.

Di pagi hari yang cerah, dengan semangat 45 gue coba main sepeda itu, dan kebetulan ada kursi untuk boncengan. Karena gue kakak yang baik dan sebenernya itu sepeda adek gue, gue ajak dia naik, gue bonceng keliling rumah. Eh taunya ada darah netes lagi di lantai. Karena gak ngeh, gue yang masih polos ya tetep aja keliling rumah pake sepeda. Ternyata itu darah dari jari kaki adek gue yang nyangkut di roda-roda sepeda. Bukannya ngomong, dia malah diem aja, padahal jarinya udah berdarah-darah. Kisah ini berujung dengan mami ijin untuk ga kerja karena kaget kaki anaknya yang kecil hampir putus

Daritadi yang gue ceritakan adalah hal konyol dari adek gue. walaupun begitu, gue sayang sama dia. Kejadiannya itu sewaktu gue dan dia masih tidur dikamar orang tua.  Gue dan adek gue tidur di ranjang bawah, mami papi di ranjang atas. Richella yang super penakut pada saat itu, selalu gak bisa tidur lagi kalau kebangun malem-malem karena membayangkan hal-hal serem yang sebenernya gak ada. Kalau mau tidur lagi, gue harus naik ke ranjang mami papi, tidur disana, baru deh nyenyak lagi.

Suatu hari, gue kebangun tengah malem dan pikiran itu muncul lagi, gue takut kalau nanti ada setan tarik kaki gue, atau ada setan yang lagi liatin gue dari pojok ruangan, dan pikiran aneh lainnya. Gue langsung berpikir untuk pindah ke ranjang atas, tapi gue ga tega kalo tinggalin adek gue di ranjang bawah sendiri (padahal mah adek gue gak penakut pada saat itu). Dia susah banget dibangunin, dia cuma akan bangun kalau gue bilang “de, cowo yang kamu suka dateng tuh!”, cara ini selalu berhasil. Dia bangun, kami pun pindah ke ranjang atas, tidur sama mami papi. Berhubung ranjangnya gak gitu luas dan tetapi badan orang tua kami cukup lebar, kami harus “nyempil” tidurnya. Gue di deket tembok, adek gue tidur nemplok di kaki mami yang posisi tidurnya deket lantai. Matahari mulai muncul, gue setengah kebangun, tiba-tiba mami heboh sendiri, ternyata dia tendang adek gue yang saat itu nemplok di kaki dia, dia kira itu kaki papi yang emang tidurnya suka rese, untung aja mami sigap, abis dia tendang adek gue, sepersekian detik kemudian setelah dia sadar bahwa yang dia tendang adalah adek gue, dia pegangin kaki adek gue supaya gak jatoh ke lantai, sayangnya, walaupun kakinya dipegangin, kepala dia udah nempel duluan di lantai.. Thanks God adek gue gapapa, cuma benjol dan sedikit error (terkadang errornya masih terbawa sampai sekarang)

Cerita tentang anak iseng ini belum selesai sampai sini aja, nantikan part 2 dari kisah bocah iseng ini ya xD

Rabu, 25 Januari 2017

AWAS, jangan sampe ada kruwel-kruwelnya!

Kegiatan minggu siang dirumah gue sedikit berubah semenjak akhirnya Refresh Rebound dilahirkan. Sebelumnya, Refresh Rebound bukan nama adek baru gue. Tapi itu nama usaha nyokap gue yang bergerak dibidang jus sehat (boleh banget ya diintip dan follow instagramnya, @refreshrebound)

Iya, tiap beberapa hari sekali, dan biasanya jatuh di hari minggu, di rumah gue jadi ada kesibukan baru, bantu nyokap produksi jusnya itu. Mulai dari beli bahan, cuci, potong, sterilin botol, tempel sticker dan akhirnya dimasukin ke cold press juicernya. Proses buatnya gak sesimple yang dibayangkan, tetapi sepertinya gak penting cerita cara buatnya, yang akan gue ceritain sekarang adalah kejadian-kejadian yang lumayan unik ketika proses pembuatannya.

Entah buat kalian ini “unik” atau nggak. Mudah-mudahan aja kalian sependapat sama gue, jadi tulisan ini gak garing2 banget dan bisa (sedikit) menghibur kalian.

Iya unik, mulai dari adek gue yang gak sengaja masukin sendok ke tempat untuk masukin buahnya ke cold press juicer itu, akhirnya juicer itupun langsung gak gerak lagi. Disaat mami mulai panik, tebak apa yang adek gue lakukan? Dia berdoa dan baca Alkitab. Sepertinya dia takut dimarahin mami dan berharap Tuhan langsung benerin itu juicer (padahal akhirnya yang benerin papi kok =,=). Gapapa dek, gue bangga punya adek yang religius kaya gitu, keep going yah!


[visualisasi tempat dimana adek gue masukin sendok]

Minggu siang yang indah gue juga pernah sedikit buyar, karena lagi seru melakulan hobby (re: tidur siang), tiba-tiba gue denger ada suara geraman, “grrr….”, “hiihhhh…”, “ugghh…” bunyinya mirip geraman anjing kalo lagi marah, digabung sama emak2 yang lagi marah dramatis di sinetron gitu. Gue yang penasaran pun segera menyelesaikan hobby gue dan beranjak keluar kamar, langsung gue tanya adek gue, “ada apa sih?”. Dia jawab “itu si mami kesel, papi udah 2x lupa masukin bahan ke jus, tapi udah di seal”. Jadi misalnya bahan untuk jus 1 itu komposisinya A, B, C. Tapi papi Cuma masukin A, lalu di seal. Mami tau kalau komposisinya salah itu saat dia udah bersihin semua alat-alatnya. Yaudahlah gapapa, dengan sabarnya, mami kasih tau bahwa ada yang kurang, ehh, ternyata papi cuma masukin komposisi A & B, tanpa C, langsung di seal lagi. Padahal mami udah cuci alat-alatnya (lagi). Akhirnya yang ketiga baru bener semua. Thanks God, gak ada yang keempat..

Dan ternyata geraman tadi adalah suara mami yang lagi kesel, bukan suara apa-apa… Entah darimana dia belajar geraman seperti itu. Padahal biasanya kalo lagi kesel cuma ngoceh aja, baru pertama kali gue denger dia menggeram seperti itu..

Gue pernah terpaksa berhenti melakukan hobby gue gara-gara proses pembuatan Refresh Rebound ini dua kali. Tadi itu cerita pertama. Kedua adalah ketika gue kebangun gara-gara denger mami dan adek gue ketawa ngakak. Sedikit kepo, gue keluar kamar, gue tanya, “ada apa?”. Ternyata papi kepleset pas mau lagi beres-beres sesudah buat jus. Tapi buat gue bukan itu yang lucu, yang lucu adalah ketika mami mereka ulang kejadian papi jatoh tadi, dengan muka melotot, bibir monyong, dia sengaja menjatuhkan dirinya di lantai, sambil setengah berluncur. Entah tujuannya apa…



[visualiasi posisi jatoh papi yang direka ulang sama mami]

Kadang mami itu suka ngomong bahasa “ini itu”, Bahasa dimana cuma dia yang ngerti, mungkin Tuhan belum tentu ngerti apa yang dia maksud. “tolong ambilin ini disitu dong”, “eh ininya tolong diituin”, “itunya ditaro dimana ya”, “kenapa sih ini begini”.

Suatu hari, muncul bahasa barunya selain “ini itu”, yaitu "kruwel kruwel"..

Jadi disaat papi mau tempelin sticker di botol, mami bilang “dipotong sedikit stikernya, biar gak ada kruwel kruwelnya”, papi dengan santainya main tempel aja, mungkin dia juga gatau apa arti dari kruwel kruwel. Dan ketika liat hasil tempelan stiker di botol, emosi mami pun langsung naik “UDAH GUA BILANG SURUH POTONG BIAR GA ADA KRUWEL-KRUWELNYA, TAPI TETEP AJA ADA! NIH LIAT!” kemudian mami memperlihatkan stiker yang gak rapih, karena tempelnya di media yang gak rata, ada lengkungan gitu. Gue mau ketawa saat itu juga, tapi gak enak, takut kena marah juga, yaudahlah ketawanya dikamar aja. Tanpa gue duga, papi ikut masuk ke kamar gue dan sedikit berbisik dengan polosnya “oh itu toh yang namanya kruwel-kruwel, sekarang papi tau deh..”

Itu beberapa cerita keluarga gue yang unik ketika proses pembuatan Refresh Rebound. Mungkin menurut kalian biasa aja, tapi gue bisa jamin, cerita dibawah ini gak akan pernah terjadi di keluarga kalian.

Dimulai dari adek gue, sewaktu duduk di bangku Sekolah dasar kelas 5, dia pernah ada tugas mengarang dengan judul, “Andai Aku Jadi Presiden”. Ketika dia udah ketik tugasnya dan hampir selesai, dengan berapi-api, mami dateng, dia sangat ingin membantu tugas adik gue kali ini. Selesai lah dia baca tugas adek gue, tiba-tiba dia marah “YANG BENER AJA, MASA JADI PRESIDEN MAU NOLONGIN ORANG UTAN DOANG?! YANG BAGUSAN DIKIT KEK”. Adek gue yang pada saat itu super cuek, tiba-tiba nangis kejer. “aku mau urusin orang utan, emang kenapa?” katanya sambil sesegukan. Gapapa dek, lagi-lagi gue bangga kok punya adek yang peduli sama orang utan, beneran, gapapa. oleh karena itu, foto sekitar 4 tahun yang lalu, masih gue simpen, saking gue bangganya. Nih dia!



Dan puncaknya adalah ketika suatu hari, di gudang belakang rumah ada gerobak untuk jualan kebab punya adeknya mami. Tau kan segimana ukuran gerobak untuk jualan kebab? Besar lah ya pokoknya! Entah ada urusan apa, mami masuk ke gudang itu. Balik dari Gudang, mami marah ke papi. “siapa sih yang taro gerobak disana?! Gua jadi kejedot! Sakit tau gak! Lain kali kalo mau taro gerobak tuh bilang-bilang, biar gua gak nabrak!!” kata mami sambil usap-usap jidatnya yang ternyata abis tabrakan sama gerobak yang lagi parkir itu.
Jadi intinya, kalau suatu saat kalian nabrak gerobak yang lagi diam, jangan takut, itu bukan salah kalian, itu salah yang naro gerobak, siapa suruh dia taro gerobak disana!

Begitulah kurang lebih cerita gue di keluarga yang unik ini. Entah harus bersyukur apa sedih, karena gue satu-satunya orang yang normal disini, cuma suka error aja sedikit. Kaya tadi waktu di-endodontic treatment (tentunya di dokter gigi), bisa-bisanya gue ketiduran dan bibir hampir kena bor, padahal biasanya orang lain takut atau minimal tegang lah ketika perawatan gigi. Dan tentunya masih banyak cerita tentang keluarga unik gue ini, tapi gak mungkin gue ceritain sekarang, gue khawatir jadi terlalu panjang dan membosankan.
See you on my next post guys!!


Ps : maaf ya gue memang blogger yang ga konsisten, ngepost gak rutin karena emang gatau mau nulis apa, daripada maksain kan jadi garing. Kalo ada ide apa yang harus gue tulis, boleh banget kasih comment dibawah ini ya! Thanks!

Senin, 14 November 2016

Kontradiksi

Beberapa hal sangat sulit pada masanya

Maksud ku, ketika aku sedang berjuang untuk melalui sesuatu, akan terasa sangaaaaatt sulit….

Aku pernah mendengar suatu kutipan dari cerita bijak, “This too, shall pass..”

Ketika aku merasa sedang dalam masa sulit, aku melihat ke belakang dan ternyata sudah banyak masa sulit yang berhasil aku lewati..

“Kali ini, aku pasti bisa, sama seperti masa-masa sulit sebelumnya” begitu bunyi bisikan dari otak-ku, kepada hatiku..

Untukku, beberapa hal sulit dalam hidup ini disebabkan pertarungan yang sangat kuat antara pikiran rasional, dan perasaan….

Namun, apapun yang dikatakan oleh pikiran rasionalku, sepertinya sering kali kalah oleh perasaan..

Ketika aku tahu apa yang harus aku lakukan, tetapi rasanya, hati ini belum siap untuk menerima
Ketika masalah yang sebenarnya disebabkan oleh amygdala yang bekerja terlalu berlebih dan tidak dapat ku kontrol
Ketika seorang perasa berusaha untuk menjadi seorang pemikir yang sangat rasional…
Ketika seorang ekstrovert memaksakan diri untuk menjadi introver….
Ketika terjebak di dalam pikiranku sendiri.. dan aku pun tidak tahu bagaimana cara keluar darisini..

Terserah sajalah jika kalian (pembaca) ingin menganggap ku berlebihan atau seperti yang anak kekinian katakan, lebay.. Aku menulis disini karena aku tidak ada ide harus kutumpahkan kemana semua pemikiran ini


"Winter storms have come and darkened my sun. After all that I've been through, who on earth can I turn to?"



Here  I am, drowning in my own thoughts. But I hope this too, shall pass..

Kamis, 14 Januari 2016

Untunggg aja si bos makan dulu! I’m blessed, not lucky !

Semester I gue di  Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya ini udah selesai (FPUAJ), tentunya gue dapet pengalaman baru, wawasan baru dan temen baru disini. Salah satunya pengalaman perjalanan pulang pergi dari rumah kampus ini yang butuh sedikit perjuangan. Mulai dari nunggu busway koridor 12 yang suka lambrett, dan juga perjuangan ‘atur napas’ di busway kalo lagi rush hour. Kadang aroma sari-sari ketek suka bercampur sama udara segar dalem busway. Hmm…

Singkat cerita, hari ini tanggal 14 Januari 2016, gue harus ke kampus lagi buat ngurus pembayaran, dan lain lain. Rencananya hari ini setelah beres ngurus administrasi buat semester 2, siangnya mau ada rencana ketemu sama temen di suatu tempat sekitar jam 11an gitu deh.

Gue pun nyampe kampus dengan aman sentosa, ngurusin semua administrasinya pun lancar jaya walaupun tadi pake acara salah ngantri sih =.=

Karena sekitar jam 10an gue udah beres, dan janjian sama temen jam 11, yaudah gue nunggu dulu di perpustakaan kampus ditemenin sama free wifi, headset, stop kontak dan charger. Gak lama setelah duduk di perpustakaan, temen gue ngabarin, ketemuannya bakal ngaret, bisa jam 12.30an karena supir kantornya mau nganter bosnya makan dulu. Gue sedikit bete, secaraaa….. nunggu sendiri itu ga enak. Tapi karena ada wifi dan kawan-kawannya, okelah gue anteng-anteng aja nontonin triplets di the return of superman dan main harvest moon di HP kesayangan.

Tepat jam 11.00, gue liat HP, iseng-iseng check grup kaskus yang ada di whatsapp dan dapet kabar bahwa di sarinah, tempat gue janjian mau ketemu sama temen gue itu ada bom meledak..

Gue terdiam beberapa saat…………. Tuhan masih sayang gue. Gimana kalo tadi bosnya gak pake acara makan dulu dan si supir bisa anter dia ke sarinah jam 11?

Langsung deh kabarin orang tua gue, mereka pun panik, nyuruh gue pulang. Tapi gue juga gak bisa pulang dari kampus karena jalan ditutup, dan lainnya. Setelah kurang lebih 3 jam menunggu, akhirnya superman pribadi gue (re:papi) dateng ke kampus buat jemput dan gue pun sampe rumah dengan selamat tanpa kurang suatu apapun!

UNTUNGGG AJA SI BOS MAKAN DULU. I’M BLESSED, NOT LUCKY!

Kejadian kaya gini bukan yang pertama kali. Kejadian sebelumnya, gue masih SD, gue pernah ikut satu retreat di puncak. Sewaktu perjalanan pulang, gue udah duduk manis di bus, sebut aja bus X, tiba-tiba gue di pindahin ke bus lain, kita sebut bus Y. Entah kenapa gue dipindahin… Gue pun sedikit bĂȘte, karena beberapa temen gue ada di bus X. Tapi yaudahlah ikutin aja!

Perjalanan Puncak – Jakarta waktu itu lumayan lama, makan waktu sekitar 6 jam, padahal biasa Cuma 2-3 jam. Karena gue gak boleh bawa HP pada saat itu dan gak bisa ngabarin orang tua duluan, gue yang masih lumayan bocah, berharap orang tua gue hubungin duluan. Eh bener aja, orang tua gue telpon ke salah satu PIC retreat itu. Mereka cuma nanya gue lagi dimana dan memastikan apakah gue baik-baik aja tapi dengan nada sedikit panik. Gue merasa ada yang gak beres, tapi perasaan itu lewat gitu aja.

Sesampainya di Jakarta, muka orang tua gue masih sedikit panik, seperti ada yang ditutup-tutupin. Mereka juga nanyain mana temen gue yang di bus X? Gue jawab "gak tau". Orang tua gue pun langsung ngajakin gue pulang, padahal gue berencana buat nungguin temen gue dari bus X dulu, baru pulang. Tapi kata ortu gue gak usah nungguin, pulang aja. Karena gue anak baik, yaudah gue nurut deeehh.

Hmm…  Di rumah, gue mikir, kenapa orang tua gue tiba tiba nanyain temen yang di bus X ya? Ah mungkin cuma lewat gitu aja. Ternyata nggak, pertanyaan mereka ada maksudnya. Bus X jatuh ke jurang, termasuk beberapa temen gue yang ada disana. Ortu gue udah tau info ini duluan, tapi mereka gak ngasih tau gue. Walaupun cukup fatal jatuhnya, tapi thanks God mereka ga ada yang luka parah apalagi kehilangan nyawa.

Dan thanks God, gue dipindahin bus secara tiba-tiba. Once again, I’M BLESSED, NOT LUCKY!